Dengki itu membakar kebaikan sebagaimana api membakar kayu, sedangkan sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api (HR. Ibnu Majah)

Selasa, 22 Mei 2012

Resensi Buku Tugas BI 3


LAPORAN KEGIATAN

Jenis Buku                             : Non Fiksi
Judul Buku                            : Riwayat Nabi Ayub Dan Nabi Yunus
Penulis                                   : Ismail Pamungkas
Desain Sampul                       : Dedy Suardi
Penata Isi                              : Tatang Tjahjana
Penerbit                                 : Remadja Karya CV Bandung


1.      PENDAHULUAN
1.      PENDAHULUAN
Kehidupan para nabi merupakan contoh yang patutan diteladani oleh sipa saja. Perjalanan hidupnya merupakan gambaran dari perjuangan melawan kekufuran dan kejahatan. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa diuji oleh bujukan Iblis melalui hawa nafsu manusiawi.
Perjuangan itu diseling berbagai keajaiban yang mempesonakan. Itulah ungkapan kemahakuasaan  Tuhan. Memang, di tangan-Nya tidak ada yan mustahil. Dengan demikian maka kisah kehidupan nabi-nabi selalu merupakan cerita yang memukau. Namun – tanpa terasa oleh pembacanya – sekaligus merupakan pendidikan akhlak dan ketaatan kepada Tuhan dan kebenaran. Tidak mengherankan, karena riwayat nabi-nabi bukanlah cerita ciptaan manusia. Ia diwujudkan oleh Sang Maha Pencipta.

2.      ISI BUKU ATAU RINGKASAN
NABI AYUB
Sejak Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, manusia sudah berkembang biak dengan pesatnya. Mereka telah menjelajahi bumi yang luas. Mereka kemudian terdiri dari bermacam-macam bangsa, dengan bahas sendiri-sendir pula.
Kehidupan manusia di bumi mengalami pasangan surut. Tatkala Nabi Adam masih hidup, bumi adalah tempat manusia yang paling baik. Manusia menjalankan tugas-nya sesuai dengan kehendak Allah, untuk menjadi pimpinan dan pemeliharaan bumi. Akan tetapi setelah Adam wafat, manusia mulai membuat kerusakan di bumi. Iblis yang menaruh dendam sejak dari masa kehidupan di sorga dulu, memperdaya anak-cucu Adam.

NABI YUNUS
Negeri Ninawa berenduduk seratus ribu orang. Tindakan terlalu besar negeri itu. Akan tetapi pendudukny berada dalam kegelapan yang tidak kepalang tanggung. Semua penduduknya hidup dalam kejahilan, kegelapan, kebodohan, dan kesesatan. Mereka menyembah berhala-berhala dari batu yang mereka buat sendiri. Berhala-berhala itu memenuhi sudut-sudut rumah mereka. Berhala yang dapat mereka hancurkan setiap saat itulah yang mereka sembah sebagai tuhan mereka.
Akal dan pikiran mereka sangat sempit. Mereka tidak dapat memikirkan alam luas di luar diri mereka. Otak mereka yang bodoh itu malas berfikir. Kedalam mereka itu sudah berlangsung ratusan tahun, turun-temurun.
Tuhan akan mengutus nabi kepada ummat itu, untuk membimbangnya ke jalan yang benar. Tuhan mengutus Nabi Yunus kepada mereka.
Yunus Bin Matta bukanlah penduduk asli negeri Ninawana. Ia seorang pendatang di negeri itu. Ia sengaja dating ke sana semata-mata karena diutus oleh Allah.
Nabi Yunus menyeruhkan kepada penduduk Ninawa agar meninggalkan kepercayaan mereka yang sesat. Bukan batu dan patung-patung itu yang harus disembah , tetapi Allahlah yang harus disembah, Allah yang yang menciptakan alam semesta, termaksuk menciptakan diri mereka dan semua manusia lainnya.



3.      KOMENTAR PENULIS
Sungguh, dalam cerita tentang mereka ada pelajaran bagi orang yang mempuyai pikiran. Ini bukanlah cerita yang diada-adakan.

4.      KESIMPULAN
Buku ini sangat bagus untuk umat muslim ,bagus untuk pembentukan ahklak yang baik sebagai umat islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar